ADA APA DENGAN KENDAL ?

dreams

ADA APA DENGAN KENDAL ?

          Peristiwa Kendal (Kamis, 18 Juli 2013) bukanlah sebuah peristiwa sederhana yang hanya dapat dipandang sebelah mata. Ini peristiwa yang memilukan, di mana terjadi bentrokan antara FPI (Front Pembela Islam) dan warga Kendal. Peristiwa ini membawa berbagai macam kegelisahan. Namun menurut saya, peristiwa ini lebih ingin mempertanyakan kembali peran Negara, khususnya para penegak hukum.

          Mukadimah

          “Kekerasan” pada dirinya sendiri tak pernah dapat dibenarkan, apa pun alasannya, bahkan dengan mengatasnamakan nilai-nilai moral, agama, maupun atas nama Allah. “Kekerasan tetaplah kekerasan”. Jika, sebuah ormas berusaha mencari pembenaran atas tindakan anarkisnya atas dasar nilai-nilai moral agama, “Karena Tuhan melarang hal itu (maksiat, judi, dlsb)! Maka saya benar untuk menindak mereka (yang terlibat) dengan cara apa pun, bahkan dengan kekerasan!”, maka ini sangat berbahaya. Bisa saja semua orang bertindak anarkis dengan mengatasnamakan “kebaikan” atau tuhannya masing-masing. Logika ini yang seringkali dipakai oleh “mereka”, bahkan sudah ada dua anggota dewan dari dua partai yang berbeda menggunakan logika yang kurang lebih sama untuk menanggapi peristiwa ini (Lih. Kompas.com, Jumat, 19 Juli 2013).      

          Akar Masalah

          Pertama, benar bahwa Tuhan melarang kemaksiatan, judi, dan hal-hal buruk lainnya. Namun soalnya bukanlah pada “Karena Tuhan melarang maka hal itu buruk”, melainkan sebaliknya, “Sesuatu itu buruk, maka Tuhan melarang”. Jadi, tanpa perlu mencari-cari pembenaran bahwa “Tuhan melarang” jika sesuatu itu buruk, ya itu buruk (Kita bisa memperdebatkan lagi mengenai kriteria “buruk” itu sendiri, namun pastinya tidak pada tulisan ini).

          Kedua, jika memang masih ada hal-hal buruk (kemaksiatan, judi, dlsb) tersebut di daerah sekitar kita, pertama-tama, baiklah kita pikirkan akar persoalannya, bukan hanya sekadar “datang” dan “main hakim sendiri”. Seringkali akar persoalannya lebih kompleks daripada sekadar apa yang nampak, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, bahkan politik, yang kadang dibuntuti oleh kepentingan berbagai pihak (yang mencari untung dari keadaan itu sendiri). Jadi, dengan main hakim sendiri (anarkis), persoalan tidak akan pernah selesai, melainkan menambah persoalan menjadi rumit dan ruwet.

          Ketiga, kita patut mempertanyakan peran negara, khususnya aparat penegak hukum. Persoalan ini (kekerasan yang dilakukan atas nama kelompok-kelompok tertentu) sudah bertahun-tahun lamanya, tapi tidak pernah mendapat jalan keluar. Soalnya sederhana, tampaknya “aparat” kita yang terhormat itu tidak pernah tegas menindak setiap tindak kekerasan, khususnya berkaitan dengan “kelompok ini” dan terkesan malah membiarkan dan “memelihara”. Ini bukan persoalan melarang atau menutup sebuah ormas. Jika ormasnya ditutup, mereka bisa mengganti nama, tapi tindakannya akan tetap sama. Jadi, juga tidak akan pernah selesai persoalan ini jika tidak menindak tegas setiap tindak kekerasan. “Ormas boleh kiri, kanan, fundamentalis, radikalis, apa pun namanya silakan! Tapi ingat, sekali melawan hukum, tahu konsekuensinya!” Ini yang sepertinya dilupakan oleh “aparat” kita yang tercinta itu.

          Keempat, tampaknya masyarakat sudah lelah. (a) Ormas-ormas yang suka “main hakim sendiri” makin merajalela. (b) “Aparat” kehilangan taringnya. Lalu, apa yang bisa diandalkan, selain mempertahankan diri. Itulah yang dilakukan oleh warga Kendal. “Apakah tindakan mereka bisa dibenarkan?” Tidak juga. Itu juga kekerasan. “Lalu bagaimana?” Tegaklah para penegak hukum untuk mencegah dan melawan setiap tindak kekerasan, khususnya dari ormas ini, sebelum warga “naik pitam” dan  mengambil alih tugasmu. Warga Kendal sudah menunjukkan bahwa para penegak hukum kita sudah tidak tegak (lagi), mungkin juga tidak pernah tegak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s