Analisis Teks Sinoptik: Yesus Bangkit

bangkit

Sinoptik

Mrk 16: 1 – 8a — Luk 23: 56 – 24: 10

Mrk 16: 1 – 8a

Luk 23: 56 – 24: 10)

(ay.1) Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome

membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

(23: 56) Dan setelah pulangmereka

menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.

Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

(ay.2) Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu,

setelah matahari terbit,

pergilah mereka ke kubur.

(24: 1) tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu

mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

(ay.3) Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”
(ay.4) Tetapi ketika mereka melihat dari dekat,

tampaklah, batu yang memang sangat besaritu sudah terguling.

(ay.2)

Mereka mendapati batu

sudah terguling dari kubur itu,

(ay.5) Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan

mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan.

Mereka pun sangat terkejut,

(ay.3) dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus

(ay.4) Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu,

tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat merekamemakai pakaian yang berkilau-kilauan.

(ay.5) Mereka sangat ketakutan danmenundukkan kepala,

(ay.6) tetapi orang muda itu berkata kepada mereka:

“Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu.

Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat!Inilah tempat mereka membaringkan Dia.

tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka:

 

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?

(ay.6a) Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.

(ay.7) Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus:

Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”

(ay.6b) Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,

(ay.7) yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.

(ay.8) Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.

(ay.8) Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya.

Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

(ay.9) Dan setelah mereka kembali dari kubur,

mereka menceritakan semuanya itu kepadakesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.

(lih. Ay.1) (ay.10) Wanita-wanita itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan wanita-wanita lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.

Tiga Perbedaan dan Maknanya

1.     Markus menyebut Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome di awal perikop (Mrk 16: 1). Sedangkan, Lukas hanya menyebut wanita-wanita itu sebagai orang ketiga jamak, yaitu mereka. Namun, baru pada Luk 24: 10, Lukas menyebut nama wanita-wanita tersebut, yaitu Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus di akhir perikop.

Makna :

a.     Dengan menggunakan kata mereka (Luk 24: 10) (yang didahului dengan kata-kata, ”Dan setelah pulang…”), Lukas ingin memperlihatkan dan memperkuat hubungan dengan konteks perikop sebelumnya, yaitu peristiwa Yesus dikuburkan. Pada peristiwa itu, para wanita yang datang dari Galilea telah melihat kubur dan bagaimana mayat Yesus dibaringkan (Luk 23: 55). Jadi, Luk 24: 1-10 (kebangkitan Yesus) harus dimengerti sebagai sebuah seri lanjutan dari peristiwa-peristiwa sebelumnya (khususnya, peristiwa Yesus dikuburkan)[1].

b.     Mrk 16: 1-8a menyebut nama wanita-wanita di awal perikop.

Nama wanita-wanita ini (”Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome”) dikritisi oleh R. Bultmann dengan mengatakan bahwa Mrk 16: 1 tidak konsisten (original) mengikuti Mrk 15: 40, 47 (ay.40, ”Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome; ay. 47, ”Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses”); di mana nama-nama itu tidak semuanya tercantum lagi di awal perikop tersebut (Mrk 16: 1)[2].

Sedangkan, dalam perikop Lukas mengenai Kebangkitan Yesus (Luk 23: 56 – 24: 10) nama wanita-wanita yang datang ke kubur Yesus itu disebut di akhir perikop. Hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah (1) cara eliminasi (menghilangkan)ketidakkonsistenan yang dilakukan Markus dengan (2) mengidentifikasi wanita-wanita tersebut di akhir perikop (Luk 24: 10) dengan (3) mengkombinasikan Mrk 16: 1 (Maria ibu Yakobus[3]) dan  referensi Lukas sendiri mengenai wanita-wanita tersebut dalam Luk 8: 2-3 (Maria Magdalena dan Yohana[4])[5].

[Bagi Lukas, wanita memiliki peranan yang penting dalam pewartaan (Lih. Luk 24: 9)[6]. Selain itu, audience Lukas juga diajak untuk mengerti bahwa wanita-wanita ini datang bersama Yesus dari Galilea (Luk 23: 49, 55). Relasi mereka dengan Yesus sebelum sengsara, mati, dan kebangkitan-Nya itu sangat penting. Berdasarkan Luk 8: 2-3, wanita-wanita ini (Maria Magdalena dan Yohana) telah melayani Yesus dan para murid-Nya di Galilea[7]. Dan, pada perikop kebangkitan Yesus (Luk 23: 56 – 24: 10), ketiga wanita ini menjadi figur dalam sebuah kelompok yang lebih besar dari para wanita yang memberitahukan kabar kebangkitan pada para rasul[8]].

 

2.     Dalam Mrk 16: 5a, disebutkan bahwa “mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih”. Sedangkan, dalam Luk 24: 4 jelas berbeda, Lukas menulis “tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.”

Makna :

a.     (1) “Seorang muda” dalam Mrk 16: 5a dapat dijelaskan sebagai seorang asing yang berdiri dekat makam Yesus ketika Ia bangkit. Kemudian, kepada dialah Yesus berkenan memberikan pesan-Nya[9](2) Hal ini tidak hanya berhenti di sini saja, “seorang muda” (orang asing) di sini  ternyata juga digambarkan sebagaiutusan Allah[10] (malaikat[11]), yang diutus untuk mewartakan kebangkitan Yesus. (3) Selain itu, Markus menggunakan “seorang muda” dalam perikop “Kebangkitan Yesus” ini untuk mengajak pembaca ingat kembali pada sosok “seorang muda yang lari telanjang” dalam perikop “Yesus ditangkap” (Mrk 14: 51-52)[12] (yang lari meninggalkan-Nya, kini berubah menjadi saksi). (4) Markus jugamenjelaskan bahwa pemuda itu duduk di sebelah kanan. Hal ini (duduk di sebelah kanan) juga dapat menunjuk pada otoritas, yang telah diungkapkan olehMarkus sebelumnya (Lih. Mrk 10: 37, 40; 12: 36; 14: 62)[13].           

b.     Lukas berbeda dengan Markus, Lukas menulis “tiba-tiba ada dua orang berdiri”(Luk 24: 4). Tentunya hal ini memiliki arti khusus bagi Lukas. (1) Lukas lebihmemilih “dua orang” sebagai hasil keyakinan bahwa “dua orang” lebih dapat dipercaya (diandalkan) kesaksiannya daripada “satu orang” (Lih. Ul 19: 15 – mengenai saksi)[14](2) Selain itu, “dua orang” juga memiliki kecenderungan (tendency) untuk memperkenalkan dua utusan ilahi untuk menafsirkan (interpret) momen-momen penting dalam kisah Yesus (disebutkan lagi dalam Kis 1: 10)[15].(3) “Dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan” disebut juga sebagai malaikat-malaikat[16] (dalam Luk 24: 23 akan lebih eksplisit diungkapkan[17]). Selain itu, (4) Lukas juga mengingatkan kembali sosok Musa dan Elia (yang memaklumkan pemenuhan harapan-harapan Perjanjian Lama[18]) dalam kisah transfigurasi (Luk 9: 30), yang secara literal dikatakan “tampaklah dua orang[19]. Selain itu, ini juga menunjukkan sebuah keinginan (desire) Lukas untuk menghubungkan Kisah Kebangkitan denganKisah Transfigurasi, di mana Yesus itu tampak begitu mulia[20].

3.     Dalam Luk 24: 7 tertulis bahwa “Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga,“sedangkan pada Mar 16 : 1-8 hal ini tidak dituliskan sama sekali. Di sini tampak bahwa Lukas menambahkan  bahan yang diperolehnya dari Markus.

Makna :

Pada point ini (Luk 24: 7) Lukas berbeda secara signifikan dari apa yang disampaikan oleh Matius dan Markus. Lukas tampaknya berusaha untuk (1)menyatakan secara eksplisit apa yang telah diucapkan oleh Yesus sendiri di Galilea[21](2) Kata-kata ini juga dapat dipandang sebagai sarana interpretasi pertama yang dapat membentuk persepsi para pembaca secara tepat mengenai Yesus yang bangkit[22].

(3) Luk 24: 7 ini merupakan sebuah gabungan (composite) dari frase-frase mengenai ramalan-ramalan (prophecies) mayor (inti) dari Sengsara dan Kebangkitan Yesus (Luk 9: 22, 44; 18: 32-33)[23](4) Selain itu, hal ini juga ingin menunjukkan sebuah peristiwa yang akan datang,  yaitu sebuah perjumpaan antara Yesus dan para murid di Galilea (future meeting) (Luk 24: 44)[24](5) Dan yang terpenting, Luk 24: 7 ini ingin menjelaskan bahwa ramalan-ramalan mengenai Yesus (Luk 9: 22, 44; 18: 32-33) telah tergenapi[25] (“Anak Manusia” di sini lebih menunjuk pada Yesussebagai seorang Mesias, yang akan secara eksplisit ditunjuk pada Luk 24: 26, 46[26]).

Selain itu, (6) Luk 24: 7 yang ditujukan pada para wanita juga ingin mengungkapkan dengan jelas bahwa mereka (para wanita) juga menjadi seorangmurid / pewarta (women as evangelist) bagi Kristus yang bangkit[27] (pada saat itu wanita seringkali dinomorduakan).

      [Dengan membahas Luk 24: 7, kita juga perlu memperhatikan ayat sebelumnya (Luk 24: 6b, “Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea“). Kedua utusan (malaikat) itu tidak menyuruh wanita-wanita itu pergi kepada Petrus dan rasul-rasul lain untuk memberitahukan bahwa Yesus akan mendahuluimereka ke Galilea (seperti dikatakan dalam Injil Markus). Sebagai gantinya, Lukasbicara mengenai perlunya mengingat kata-kata yang diucapkan Yesus di Galilea.Dengan cara demikian, Lukas merasa tidak perlu menceritakan penampakan-penampakan Yesus di Galilea, sehingga seluruh perhatiannya terpusatkan pada kejadian-kejadian di kota Yerusalem (yang menjadi fokus injilnya)[28].] *

DAFTAR PUSTAKA 

 

Bergant, Dianne & Robert J. Karris. 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius.

Brown, Raymod E., dkk.. 2000. The New Jerome Biblical Commentary. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Fitzmyer, Joseph A.. 1981. The Gospel According To Luke X-XXIV. New York: Doubleday & Company, Inc.

Gundry, Robert H.. 2000. Mark: A Commentary on His Apology for the Cross. Michigan: Wm.B. Eerdmans Publishing Co.

Hargreaves, John. 1978. A Guide To St. Mark’s Gospel. Valley Forge: Judson Press.

Harun, Martin. 2006. Injil-Injil Sinoptik: Pengantar dan Tafsir. Jakarta: STF Driyarkara.

Lembaga Alkitab Indonesia. 2002. Alkitab Deuterokanonika. Jakarta: Percetakan LAI.

Lembaga Biblika Indonesia. 1981. Tafsir Perjanjian Baru 3: Injil Lukas. Yogyakarta: Kanisius.

Leaney, A.R.C.. 1966. The Gospel According To St. Luke. Massachusetts Amherst : Hendrickson Publisher, Inc.

Leks, Stefan. 2003. Tafsir Injil Lukas. Yogyakarta: Kanisius.

Schweizer, Eduard. 1984. The Goods News According To Luke. Georgia: John Knox Press.

Tannehill, Robert C.. 1996. Luke. Nashville: Abingdon Press.

 


[1] Robert C. Tannehill, 1996, Luke, USA: Abingdon Press, hlm. 349. Kisah Kebangkitan Yesus juga mengungkapkan ketidakmengertian para murid mengenai pemberitahuan penderitaan Yesus (Lih. Luk 9: 44-45; 18: 31-34). Hal ini (pemberitahuan penderitaan Yesus) tidak hanya untuk menghadapi Kebangkitan Mesiah tetapi juga untuk memahami apa yang diungkapkan Yesus bahwa tujuan Allah adalah sebuah jalan ironi, di mana tujuan itu dicapai dengan menghadapi penolakan dan kematian Mesiah. Pengertian ini sangat krusial dan penting untuk misi baru yang dihadapi oleh para pengikut Yesus.

[2] Joseph A. Fitzmyer, 1981, The Gospel According To luke, New York: Doubleday & Company, Inc, hlm. 1542.

[3] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 350.

[4] Robert C. Tannehill,  1996, hlm. 350.

[5] Joseph A. Fitzmyer, 1981, hlm. 1542.

[6] Eduard Schweizer, 1984, The Goods News According To Luke, Georgia: John Knox Press, hlm. 366.

[7] Robert C. Tannehill, 1996, Luke, USA: Abingdon Press, hlm. 348.

[8] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 350.

[9] John Hargreaves, 1978, A Guide To St. Mark’s Gospel. Valley Forge: Judson Press, hlm. 280.

[10] Dianne Bergant & Robert J. Karris, 2002, Tafsir Alkitab Perjanjian Baru, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 112.

[11] Robert H. Gundry, 2000, Mark: A Commentary on His Apology for the Cross, Michigan: Wm. B. Eerdmans   Publishing Co., hlm. 990.

[12] Robert H. Gundry,  2000, hlm. 990.

[13] Robert H. Gundry, 2000, hlm. 990.

[14] Robert C. Tannehill,1996, hlm. 349.

[15] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 349.

[16] Joseph A. Fitzmyer, 1981, The Gospel According To Luke, New York: Doubleday & Company, Inc., hlm. 1545.

[17] Robert C. Tannehill,  1996, hlm. 349.

[18] LBI, 1981, Tafsir Perjanjian Baru 3: Injil Lukas, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 245.

[19] Robert C. Tannehill,  1996, hlm. 349. Dengan merujuk (secara tidak langsung) pada Musa dan Elia, sebenarnya Lukas juga berusaha memperlihatkan kesinambungan antara Yudaisme dan Kekristenan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai maksud Lukas yang ingin memberikan kepastian dan jaminan (pada sidang pembacanya yang bukan Yahudi) bahwa ajarannya itu berakar dalam zaman Yesus sendiri (Lih. Harun, Martin, 2006, Injil-Injil Sinoptik: Pengantar dan Tafsir, Jakarta: STF Driyarkara, hlm. 180).

[20] A.R.C. Leaney, 1966, The Gospel According To St. Luke, USA: Hendrickson Publisher, Inc., hlm. 292.

[21] Robert C. Tannehill, 1996, Luke, USA: Abingdon Press, hlm. 350.

[22] Stefan Leks, 2003, Tafsir Injil Lukas, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 658.

[23] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 350.

[24] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 350.

[25] A.R.C. Leaney, 1966, hlm. 292.

[26] Robert C. Tannehill, 1996, hlm. 350.

[27] Raymod E. Brown, dkk., 2000, The New Jerome Biblical Commentary, New Jersey: Prentice Hall, Inc., hlm 720.

[28] Stefan Leks, 2003, Tafsir Injil Lukas, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 657.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s